Jumat, 09 November 2012

Senin, 22 Oktober 2012

after all this time, always "Buncit"


3 years known each other


 have the same hobby


 have the same charateristic, except for eko :)


as the time pass through


make us more mature, success and independent


and when the time is come, we can celebrate all night long!!
no regrets
just smile and laugh..

menggaji atau digaji !? (Pengangguran)



Menganggur tidak sama dengan tidak bekerja atau tidak mau bekerja.

Definisi dari istilah pengangguran adalah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Mereka yang karena suatu alasan tidak mau bekerja tidak bisa dikatakan sebagai pengagguran. Seseorang identik dikatakn menganggur bila dia ingin bekerja namun tidak mendapat pekerjaan.

Pengangguran merupakan salah satu faktor penentu standar hidup suatu negara. Mereka yang menganggur tidak dapat berkontribusi dalam siklus perekonomian suatu negara (baik barang atau jasa). Negara yang memiliki tingkat pengangguran yang rendah akan memiliki tingkat PDP yang tinggi dibanding negara yang memiliki tingkat pengangguran yang rendah. Oleh karena itu pemerintah sebisa mungkin menekan angka pengangguran di Indonesia.

Pada tahun 2006, tingkat pengangguran di Indonesia sebesar 12,50 %, sementara pada tahun 2009 tingkat pengangguran di indonesia turun menjadi 8,25% dan pada tahun 2011 tingkat pengangguran menjadi  7,1%. Sampai dengan tahun 2011, Indonesia menduduki peringkat 3 besar sebagai negara dengan jumlah pengangguran terbayak di asia tenggara.

Menurut hasil Badan Pusat Statistik Indonesia, tingkat pengangguran sesuai dengan tingkat pendidikan terakhir yang diselesaikan dalam beberapa dekade ini mengalami penyimpangan trend. Hal ini disebabkan tingkat pendidikan setara sarjana menempati presentasi terbanyak sebagai penganggur dibanding tingkat pendidikan yang lebih rendah. Penyimpangan yang dimaksudkan terletak pada pandangan yang  menganggap pengangguran cenderung disebabkan oleh tingkat pendidikan yang rendah atau tidak terdidik dan  tidak memiliki kemampuan.

Tingkat pengangguran disuatu daerah ataupun negara dapat diketahui  dengan membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja  pada suatu periode. Angkatan kerja merupakan jumlah orang yang bekerja dan yang tidak bekerja. Untuk mengurangi tingkat pengangguran harus diimbangi penambahan jumlah angkatan yang bekerja di Indonesia dengan cara menambah jumlah ketersediaan lapangan perkerjaan. Pengangguran dalam jangka panjang akan menyebabkan penurunan PNB (Produk Nasional Bruto) dan pendapatan perkapita.

Masalah pengangguran merupakan masalah bersama. Berdasarkan kebutuhan dilapangan menunjukan  bahwa di dalam lapangan pekerjaan dibutuhkan tenaga kerja siap pakai dan memiliki daya saing lebih.  Oleh karena itu pemerintah beserta pihak swasta dan masing-masing individu harus bisa mengantisipasi masalah-masalah yang dapat menyebabkan pengangguran terutama dengan semakin banyaknya pengangguran bergelar sarjana.

Penyebab pengangguran pada umumnya adalah kurangnya lapangan pekerjaan, sementara jumlah tenaga kerja melimpah.  Di Indonesia  4 lapangan pekerjaan utama adalah pertanian, perdagangan, jasa kemasyrakatan dan industri. Selain pertanian dan perikanan, lapangan perkerjaan lainnya membutuhkan keterampilan, pendidikan dan mampu menyerap banyak tenaga kerja. Selain itu, pusat perekonomian di indonesia terletak hanya di beberapa kota besar saja, yang menyebabkan lapangan pekerjaan di indonesia menjadi terbatas.

Untuk memiliki pekerjaan di era global ini, seseorang haruslah memiliki nilai jual lebih dibandingkan kompetitornya. Nilai jual lebih itu dapat diperoleh dengan menyelesaikan pendidikan setinggi-tingginya, mengikuti kepelatihan dll. Bila melihat hasil BPS dimana jumlah pengangguran berpendidikan sarjana lebih banyak dibanding setingkat sekolah dasar atau sekolah menengah maka kita harus mengambil langkah lain. Jika tidak bisa mendapat pekerjaan maka kita ciptakan lapangan pekerjaan itu sendiri dengan berwirausaha atau  melakukan kegiatan usaha UMKM (Unit Mikro Kecil Menengah).

Dalam  berwirausaha atau usaha UMKM, yang perlu diperhatikan adalah minat, motivasi, kreatif, unik, optimis, komitmen dan jeli dalam melihat peluang usaha serta pantang menyerah. Wirausaha atau UKM merupakan salah satu bentuk solusi dari pengentasan pengangguran karena dapat membangkitkan laju ekonomi di indonesia yang mana mayoritas masyarakat di indonesia berasal dari kalangan menengah kebawah.

UKM dan wirausaha dianggap memiliki daya tahan untuk hidup dan mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kinerjanya selama krisis ekonomi. Hal ini disebabkan oleh fleksibilitas dalam melakukan penyesuaian proses produksinya, mampu berkembang dengan modal sendiri, mampu mengembalikan pinjaman dengan bunga tinggi dan tidak terlalu terlibat dalam hal birokrasi. UKM di Indonesia dapat bertahan di masa krisis ekonomi disebabkan oleh 4 (empat) hal, yaitu :
  • ·         Sebagian UKM menghasilkan barang-barang konsumsi (consumer goods), khususnya yang tidak tahan lama,
  • ·         Mayoritas UKM lebih mengandalkan pada non-banking financing dalam aspek pendanaan usaha,
  • ·         Pada umumnya UKM melakukan spesialisasi produk yang ketat, dalam arti hanya memproduksi barang atau jasa tertentu saja,
  • ·         Terbentuknya UKM baru sebagai akibat dari banyaknya pemutusan hubungan kerja di sektor formal.
Di indonesia sendiri, kegiatan perekonomian UKM dapat menampung  banyak pekerja karena beragamnya bidang yang dapat tekuni. Selain itu perundang-undangan di indonesia sudah cukup baik dalam menaungi UKM, ditambah dengan dipermudahnya KUR (Kredit Usaha Rakyat). Dengan begitu modal usaha bukanlah momok yang perlu ditakuti dan diharap dapat meningkatkan kreatifitas masyarakat khususnya angkatan kerja. Hal ini didukung dengan hasil riset yang menunjukan bahwa UKM di Indonesia tiap tahun mengalami peningkatan yang  signifikan.

Perkembangan ini perlu diikuti dengan pemberian pelatihan-pelatihan terpadu baik dari pemerintah atau pihak swasta, pengembangan infrastruktur, akses informasi yang tepat, kemudahan dalam birokrasi dan badan terkait yang mengurusi masalah pengangguran dan pengawas UKM. Hal tersebut dibutuhkan untuk mengokohkan dan menyakinkan masyarakat untuk menjadi entrepreneur.

Manfaat dari berkembangnya ukm dan menciptakan kesadaraan tentang wirausaha pada setiap orang adalah
  • ·         Mengembangkan mindset dan wawasan bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi    dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal,
  • ·         Menciptakan ragam lapangan pekerjaan,
  • ·         Menciptakan perekonomian yang mandiri,
  • ·         Melakukan pengembangan kawasan-kawasan,
  • ·         Menyelesaikan masalah pengangguran yang terkait dengan masalah lainya, seperti kemiskinan,  sampah, kriminal, dan lingkungan yang tidak sehat.